Halaman

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pesan Anis Mata Pada Misbakhun

M Misbakhun. (beritapks.com)Muhammad Misbhakun memutuskan bergabung dengan Partai Golkar. Sebelum ke partai yang dipimpin Aburizal Bakrie ini, ia berpamitan dulu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta dan beberapa pengurus DPP di kantor DPP PKS.
“Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika politik yang baik, untuk menjaga hubungan baik dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik, termasuk dengan Bang Fahri Hamzah,” kata Misbhakun, Jumat (8/3).
Misbhakun menceritakan pada saat berpamitan suasananya penuh dengan kehangatan, keakraban dan persahabatan. Anis kata Misbhakun, sempat menyampaikan beberapa pesan penting kepadanya.
“Ustad Anis menyampaikan untuk tetap konsisten dalam sikap politik, tetap santun dalam berpolitik, dan menjaga hubungan baik dengan semua kalangan,” kata Misbhakun.
Ia mengaku berterima kasih kepada PKS yang telah membesarkannya. “Karir awal saya di dunia politik nasional dibesarkan oleh PKS. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader PKS atas dukungannya selama ini kepada saya,” ucapnya.
Misbhakun berharap hubungan baik yang sudah ada selama ini dengan pengurus PKS akan tetap terjaga, meskipun ia telah pindah ke partai lain. “Kita saling berdoa dan berjuang untuk kebaikan bangsa dan negara walaupun dari partai yang berbeda,” tukasnya. (gil/jpnn)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/03/08/29052/ini-dia-pesan-penting-anis-matta-kepada-misbakhun/#ixzz2dYqyJRId 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Inilah Cara Menditeksi Darah Babi Pada Filter Rokok

Matikan rokok (foto Guardian)Sejumlah pakar kembali mengungkapkan bahwa di dalam filter rokok ada kandungan darah babi. Salah satunya, Dosen Institut Pertanian Bogor, Dr Anna P Roswiem.

"Iya, ada (kandungan darah babi, red) dalam filternya", ujarnya seperti dikutipRepublika, Rabu (28/8).

Bagaimana cara mendeteksi adanya darah babi di filter rokok dan apa alasan produsen rokok memasukkan darah babi di filter rokok? 

Dalam rokok ada dua filter. Filter pertama, berwarna putih yang langsung ke mulut. Filter ini disambung lagi dengan filter kedua yang mengandung darah babi. Menurut klaim perusahaan rokok, darah ini digunakan untuk menyaring toksin yang ada dengan lebih baik. Hemoglobin dari darah babi menyaring racun-racun tembakau sehingga racunnya lebih sedikit. 

Biasanya kita bisa mengetahui bahwa rokok ini mengandung hemoglobin babi dengan melihat kemasan rokoknya. Ada tanda Diamond Filter di punggung kemasan. Perusahaan rokok menulis keterangan ini di kemasan rokok dengan tulisan dan gambar. 

Peneliti di Australia telah meneliti kandungan darah babi dalam rokok ini di salah satu bandara militer di Cina. Jika kita melihat dengan seksama, terlihat titik-titik kuning pada filter yang biasanya berwarna putih. Titik kuning ini menandakan adanya hemoglobin, atau darah.

Seperti dilansir Republika, di Indonesia belum ada yang memproduksi rokok dengan kandungan darah walaupun di negara lain rokok seperti ini sudah beredar.

Meskipun begitu, belum tentu filter tanpa hemoglobin juga bebas dari titik kritis halal. Filter sendiri terbuat dari Carboxi Metil Selulosa (CMS) yang sebenarnya aman karena berasal dari tumbuhan. Tapi, untuk membuat filter, CMS ini ditambahkan dengan Gliserol dari Gliserin. 

Bahan pembuat gliserol ini sumbernya bermacam-macam, ada yang dari sintetik kimia yang halal dan ada juga dari lemak atau minyak. Jika sumbernya dari lemak atau minyak, maka perlu diketahui sumbernya apakah dari hewan ataukah dari tumbuhan.

Jika pun filter rokok masih bebas dari darah babi, banyak riset telah membuktikan soal bahaya rokok pada kesehatan. Termasuk memicu kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan emfisema (penyakit paru obstruktif). Karena itulah sebagian ulama mengharamkan rokok, sedangkan sebagian lainnya minimal menghukuminya makruh. [AM/Rpb/bsb]

Anis Matta : "PKS Tak Kehabisan Energi"

Silaturahim Presiden PKS Anis Matta dg Ulama dan alumni di Ponpes Pamangkih Kal-Sel

JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan partai yang dipimpinnya tidak kehabisan energi untuk bekerja secara simultan demi kesejahteraan rakyat, salah satu sumber energi itu adalah kemenangan di arena Pemilihan Umum Kepala Daerah.

"Saya tetap optimistis dengan kondisi PKS saat ini, karena sering terjadi logika pengamat jauh berbeda dengan realita yang tumbuh di masyarakat," kata Anis Matta dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta, Sabtu (31/8).

Pernyataan Anis tersebut disampaikan saat sambutan dalam acara silaturahim dengan jajaran Pemerintah Daerah, Musyawah Pimpinan Daerah (Muspida) dan tokoh masyarakat Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, pada Jumat (30/8) malam. Dia mengatakan sejak dipilih menjadi Presiden PKS awal Februari 2013, dirinya terus berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan konsolidasi internal dan bertemu dengan sejumlah tokoh serta warga masyarakat.

Menurut dia sejauh ini secara internal PKS sangat solid bahkan jauh lebih solid, sementara secara eksternal sambutannya juga sangat positif. Hadir dalam silaturahim tersebut di antaranya Bupati HSS Ahmad Fikry, Wakil Bupati Ardiansyah, Ketua DPRD Ja'far, Ketua MUI Muchyar Dahri BA, dan unsur Muspida lain.

"Tidak henti-hentinya saya memerintahkan kepada seluruh kader untuk senantiasa hadir di tengah warga. Hanya dengan cara itu, PKS dapat mengetahui apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Selain itu, dia meminta para kader PKS tidak larut dalam gonjang-ganjing politik yang terjadi. Menurut dia, kader partainya harus lebih gaul agar benar-benar bersama warga, karena ini suplai energi yang tidak habis-habis bagi PKS.

"Siapapun yang kelak memimpin Indonesia ini haruslah memiliki visi untuk ikut ambil bagian dalam berkontribusi pada dunia international," ujarnya. Anis berada di Kalimantan Selatan selama dua hari, hingga Sabtu, 31 Agustus 2013. Selanjutnya, Anis Matta melakukan kunjungan silaturahim ke Jawa Timur. (ROL)

As-sisi Akan diKudeta Para Perwira Tentara Mesir

Jenderal As SisiKudeta akan dikudeta. Demikian yang akan terjadi di Mesir, seperti dipaparkan wartawan senior surat kabar Inggris The Independent, Rober Fisk.

Fisk mengatakan, sejumlah perwira dalam jajaran pimpinan militer Mesir membuat rencana untuk mengorbankan As Sisi di saat kondisi di Mesir sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Bertahannya As Sisi hanya akan menambah daftar panjang korban jiwa.

Seperti dilansir Dakwatuna, Sabtu (31/8), pengamat khusus untuk politik Timur Tengah itu menambahkan bahwa ada dua pimpinan penting di militer mengajukan pengunduran diri, karena meyakini kudeta akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, As Sisi menolak pengunduran diri itu.

Wartawan yang dikenal dekat dengan penguasa Arab itu juga mengatakan bahwa telah terjadi percekcokan antara As Sisi dan panglima Garda Republik. Dan panglima tersebut sudah mulai melakukan komunikasi dengan beberapa pemimpin Timur Tengah.
Robert Fisk

Sementara itu, demonstrasi anti kudeta kembali meletus di 80 titik, Jum’at (30/8) kemarin. Diperkirakan jumlah massa yang turun menuntut diakhirinya kudeta mencapai jutaan orang.

Di sisi lain, sejumlah negara terus mengecam tindak kekerasan militer Mesir. Kamis (29/8) lalu Pemerintah Inggris mengumumkan embargo kepada militer Mesir dengan menghentikan 49 jenis ekspor peralatan militer ke negeri itu. Embargo itu diambil Inggris menindaklanjuti keputusan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Mesir atas pembantaian terhadap rakyat sipil yang dilakukannya. [AM/Dkw/bsb]

Jumat, 30 Agustus 2013

Dr. Aidh Qarni Menyampaikan Kabar Gembira Pada Rakyat Mesir






Dr. Aidh Qarni seorang ulama di Saudi yang terkenal dengan bukunya “La Tahzan” menulis di ansarportsaid.nethari Sabtu 24 Agustus 2013 tentang bagaimana seorang muslim menyikapi kondisi Mesir saat ini. Berikut cuplikan tulisan beliau:

Ketika aku sedang menangis karena meratapi apa yang menimpa umat ini di seluruh dunia Islam, terutama di Mesir dan Suriah, ada seorang kawanku datang bertanya, “Kenapa kau bersedih?” Aku menjawab, “Aku bersedih karena agamaku sedang dalam kesulitan.” Diapun menjawab, “Islam adalah agama Allah swt. Dia sendiri yang akan menolongnya. Bukankah Allah swt. berfirman, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." [Al-Mujadilah: 21].

Aku berkata, “Kalau begitu, aku menangis karena orang-orang yang dibunuh secara dhalim.” Dia pun menjawab, “Mereka telah berbahagia, in sya’a Allah, hidup dan mendapatkan rezeki di sisi Allah swt.”

Aku berkata, “Kalau begitu, aku menangis karena orang-orang yang terluka, tertawan dan tertindas.” Dia menjawab, “Segala musibah yang menimpa seorang muslim, hingga duri yang menusuknya, pasti akan menjadi penghapus dosa dan kesalahannya. Ujian dari Allah swt adalah kaffaratudz dzunub.”

Aku berkata, “Kalau begitu, aku menangis karena janda yang kehilangan suaminya, anak yatim yang kehilangan ayahnya.” Dia menjawab, “Allah swt. akan menolong mereka. Karena Allah swt. adalah penolong bagi orang-orang yang shalih.”

Aku berkata, “Kalau begitu aku menangis karena ibu yang kehilangan anak-anaknya, atau orang yang kehilangan orang-orang yang dikasihinya.” Dia menjawab, “Hanya orang yang sabar, yang pahalanya diberikan tanpa batas.”

Aku berkata, “Aku bersedih karena ahli kebatilan berkuasa di bumi ini, mengalahkan ahli kebenaran.” Dia menjawab “Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di muka bumi. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” [Ali Imran: 196-197].

Dia pun mengakhiri pembicaraan kita dengan sebuah nasihat, “Karena itulah tidak ada alasan kita menangis. Hapuslah airmatamu. Yakinilah janji Allah swt. Kalau Dia sudah berjanji, tidak ada yang akan bisa menghalangi-Nya. Perbaikilah dirimu sehingga menjadi orang yang layak termasuk dalam firman Allah swt. “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan yang baik (happy ending) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al-Qashash: 83]. 

Sumber: dakwatuna

Hari ini Koalisi Nasional Anti Kudeta di Mesir Melakukan Aksi Besar-Besaran


KAIRO - Gerakan 6 April Mesir akhirnya mengumumkan untuk melakukan demonstrasi ke Istana Ittihadiya Jum'at 30 Agustus menuntut lengsernya rezim militer. Seruan ini merupakan reaksi atas pembebasan Mubarak dari tuntutan pengadilan.

Sementara itu Koalisi Nasional Pro Legitimasi (Anti Kudeta) juga telah menyerukan aksi besar-besaran "Pemberontakan Sipil" 30 Agustus.

Seruan "Topan Kemarahan" 30 Agustus juga telah bergema sejak sebulan lalu dari kalangan non politik.

Jumat, 16 Agustus 2013

Pemerintah Indonesia "Diam" Atas Tragedi Kemanusiaan di Mesir, Komnas Ham Kecewa


JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia diminta bersikap tegas dalam merespons kekerasan militer di Mesir. Sayangnya pemerintahan SBY masih memperlihatkan sikap pasif dalam menyaksikan kekejaman tersebut.

"Sikap ini justru tidak respek dan proteksi terhadap hak asasi manusia sebagai anggota PBB," ujar anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai di Jakarta, Kamis (15/8).

Pigai menjelaskan ada dua tindakan militer Mesir yang dipimpin Jenderal Abdel Fatah Al Sisi yang bertentangan dengan demokrasi dan HAM.

Pertama, kudeta miter adalah anti-demokrasi karena dunia telah melihat Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu di Mesir dan menjadikan Muhammad Mursi sebagai presiden.

“Alasan militer Mesir bahwa penggulingan dilakukan karena Mursi tidak mau berkoalisi atau rekonsiliasi dengan kelompok lain tidak dapat dibenarkan, “ tambahnya.

Kedua, kekerasan dan kekejaman yang mengakibatkan ribuan orang tewas bertentangan dengan Deklarasi Universal PBB tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

"Indonesia sebagai negara pihak yang menandatangi Konvensi PBB tentang ICCPR harus tegas terhadap kekejaman militer Mesir yang secara sengaja membungkam kebebasan ekpresi rakyat, melakukan penganiayaan, penyiksaan, serta pembunuhan terhadap demonstran pendukung Mursi," pungkasnya.[berita99]

Turki Mengambil Sikap Untuk Menarik Kedubesnya yang Berada di Mesir


ANKARA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan, Kamis (15/8/2013) mendesak Dewan Keamanan PBB membahas pembantaian Mesir, untuk menghentikan pertumpahan darah. Turki juga telah memanggil pulang duta besarnya untuk Mesir, menyusul insiden berdarah yang menewaskan tak kurang dari 638 orang dan melukai 4.000 orang pada Rabu (14/8/2013).

"Mereka yang tinggal diam menghadapi pembantaian ini sama bersalahnya dengan mereka yang melakukan (pembantaian) ini. Dewan Keamanan PBB harus segera membahas (masalah ini)," tegas Erdogan dalam konferensi pers di Ankara.

Selain itu, Turki berpendapat Barat telah menerapkan standar ganda yang sangat kentara dalam menyikapi situasi di Mesir. "Saya sampaikan pada negara-negara Barat. Anda tetap diam di Gaza, Anda tetap diam di Suriah... Anda masih diam pada Mesir. Jadi kenapa Anda berbicara tentang demokrasi, kebebasan, nilai-nilai global, dan hak asasi manusia?" kecam Erdogan lantang.

Seiring pernyataan Erdogan, para pejabat PBB menyatakan Dewan Keamanan PBB akan bertemu Kamis (15/8/2013) waktu setempat, menyusul permintaan dari Perancis, Inggris, dan Australia yang menjadi anggota dewan tersebut.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan negara itu telah memanggil pulang duta besarnya untuk Mesir. Pemanggilan dilakukan untuk konsultasi setelah pembantaian di Mesir, dan tak dipastikan kapan duta besar tersebut kembali lagi ke Kairo.

Turki menjadi salah satu negara yang paling keras mengkritisi kudeta militer terhadap pemerintahan Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi. Meski demikian, dalam kecaman kerasnya menyusul insiden berdarah Mesir, Erdogan tak menyinggung sikap negara-negara Arab yang sama-sama berdiam diri.

Erdogan berpendapat kalangan Barat menerapkan standar ganda terkait penggulingan Mursi yang berbuntut "pembantaian" pada Rabu (14/8/2013) tersebut. "Mereka yang mengabaikan kudeta ini, mereka yang tidak bisa mengkritik kudeta, dan mereka yang bahkan gagal untuk menampilkan kehormatan untuk menyebut kudeta sebagai 'kudeta', juga bertanggung jawab atas pembunuhan anak-anak tak berdosa," tegas Erdogan.

Kamis, 15 Agustus 2013

Ikrar Rakyat Mesir : "Lebih Indah Mati Dari Pada Berhenti Aksi

Morsi supporters in Egypt pledge to die rather than disband protest

(Tulisan ini dimuat surat kabar Inggris, The Guardian, sebelum pembantaian oleh aparat keamanan hari Rabu, 14 Agustus 2013)

Para demonstran yang berada di kompleks Masjid Rabba al-Adawiya sudah kenyang dengan ancaman pembubaran paksa dari aparat keamanan. Ancaman ini sudah muncul sejak dua pekan silam bahwa aparat akan menggunakan kekerasan untuk membubarkan aksi massa.

Namun ancaman ini tidak mengurungkan niat Aza Galal, seorang ibu rumah tangga, untuk bergabung bersama demonstran lain di Rabaa al-Adawiya. Ia beraksi bersama anaknya yang baru berusia enam tahun.

Komentar Negara-Negara di Dunia "Mengutuk tindakan Militer" Pada Rakyat Sipil



KAIRO -- Aksi pengusiran kepolisian Mesir terhadap pengunjuk rasa pro Muhammad Mursi berakhir dengan pertumpahan darah. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir menyatakan korban tewas hingga Kamis siang mencapai 525 orang. 

Bahkan semenjak Rabu (14/8) kemarin, Ikhwanul Muslimin mengumumkan angka korban yang begitu fantastis, yaitu 2.200 warga sipil. Reaksi berbagai negara umumnya mengutuk tragedi bagi kemanusiaan itu. 

Sementara yang lain mengeluarkan larangan kunjungan, bahkan menahan bantuan dan kerjasama dengan Mesir. Berikut daftar negara yang bereaksi atas tragedi itu.

Turki

Perdana Menteri Turki, Recep tayyip Erdogan, yang sejak awal menyebut penggulingan Muhammad Mursi sebagai kudeta menuduh barat mengabaikan kekerasan di Mesir. Ia pun menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk secepatnya bertemu dan membahas situasi di Mesir.

Erdogan juga meminta agar pemimpin Mesir diadili dengan cara yang adil dan transparan. Khususnya atas apa yang ia sebut sebagai upaya pembantaian.

Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia, meski tak berkomentar terkait situasi terkini, mendesak warganya untuk tak bepergian ke Mesir. Dewan Turisme Rusia memperkirakan saat ini terdapat 60 ribu wisatawan Rusia di Mesir. 

Mereka menyarankan agar warganya yang sedang berada di Mesir menghindari kunjungan ke kota besar dan lokasi unjuk rasa atau demonstrasi.

Prancis

Presiden Prancis Francois Hollande memanggil duta besar Mesir dan mengatakan segala sesuatu harus dilakukan untuk menghindari perang saudara. Setelah pertemuan itu ia sangat mengutuk terjadinya kekerasan berdarah di Mesir dan menuntut segera berakhirnya tindakan represif. 

Pembebasan tahanan, menurut dia, bisa menjadi langkah menghormati prosedur hukum yang sedang berlangsung. Bahkan bisa menjadi langkah awal untuk memperbarui negosiasi.

Jerman

Kementerian Luar Negeri Jerman memanggil duta besar Mesir untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan Pemerintah mereka. Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle, mengatakan Kemenlu memberitahu kepada duta besar Mesir, bahwa pertumpahan darah harus berakhir sekarang.

Tunisia

Presiden yang berasal dari Partai Islam moderat, Ennahda, Rachid Ghannouchi mengatakan kekerasan di hari Rabu adalah bencana akibat menjungkirbalikkan tatanan hukum dan konstitusi. ''Kepada saudara kami di Mesir, kalian bisa mengalahkan kediktatoran dan kalian bisa mengalahkan darah dan peluru dengan perjuangan yang damai,'' tutur dia melalui email yang dikirimkan kepada media.

Denmark

Pemerintah Denmark mengumumkan bahwa negara mereka menghentikan bantuan dana ke Mesir. Bantuan dana sebesar 30 juta kroner (Rp 54 miliar ) biasanya disalurkan melalui Bank Dunia dan Organisasi Buruh InternasionalNorwegiaNorwegia mengumumkan kalau negara mereka membekukan ekspor peralatan militer ke Mesir. (ROL)


I N D O N E S I A ???

Polisi Mesir yang Menolak Pembubaran Demonstran Di Bunuh Sesama Polisi

Mesir.  Seorang ibu, yang ternyata adalah isteri Mayjend Muhammad Abbas Jabar, berbicara di televisi melalui sambungan telepon bahwa suaminya termasuk polisi yang menolak pembubaran demonstran dengan kekerasan. Beliau ingin segera mengundurkan diri dari kepolisian.
polisi dibantaiJasad Mayjend Muhammad Abbas ditemukan tergeletak di sebuah ruangan kotor pada gedung yang belum selesai dibangun. Bisa dipastikan, polisi ini tidak pernah berada di tempat ini sebelum dirinya dibunuh.
Sehingga diperkirakan beliau dibunuh oleh sesama polisi di ruangan tersembunyi salah satu kantor polisi. Sehingga tidak ada yang mengetahui eksekusi matinya, selain polisi-polisi korup pembela kudeta.
Pakaian dinas Muhammad Abbas dipreteli, mungkin sebagai penghinaan bahwa orang seperti dia tidak layak menyandang sebagai polisi.
Selain beliau, ditemukan juga jasad polisi lain berpangkat Mayjend, dan dua polisi lagi berpangkat kolonel. (msa/sbb/dkw)
Redaktur: Saiful Bahri

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/15/37984/lagi-lagi-polisi-yang-tolak-bantai-demonstran-dihabisi/#ixzz2c3I91Ab1 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Ketua Ulama Dunia Yusuf Qardhawi Anjurkan Aksi untuk Peduli Mesir Pada Hari Jum'at Besok

Foto: .::: Syekh Yusuf Qardhawi: “Jadikan Jum’at Sebagai Hari Kemurkaan Umat Islam kepada As Sisi”

sheikh-yusef-al-qaradawi

KETUA Persatuan Ulama Muslim Internasional, Syeikh DR Yusuf Al-Qardhawi, menyampaikan pernyataan resminya terkait pembantaian Umat Islam di Mesir oleh junta militer pro Israel.

Berikut ringkasan pernyataan Syeikh DR Yusuf Al-Qardhawi yang disiarkan lansung TV Al Jazeera, Rabu (14/8/2013).

1. Menjadikan hari Jum’at (16/8/2013) sebagai Hari Kemurkaan Umat Islam Dunia kepada militer Mesir pimpinan As-Sisi.

2. Seluruh Umat Islam di negara-negara Muslim agar turun ke jalan beserta anak dan keluarga mereka melakukan unjuk rasa damai.

3. Turun ke jalan melakukan unjuk rasa damai ini hukumnya Fardhu ‘Ain bagi setiap muslim yang tidak memiliki uzur syar’i.

4. Keselamatan para demonstran Al-Haq ini berada di tangan Allah, tidak akan terjadi apapun kepada mereka kecuali yang sudah Allah kehendaki.Ulama terkemuka di dunia, Syaikh Dr Yusuf Qardhawi, dalam pernyataan resminya yang ditayangkan televisi Aljazeera, menyerukan kepada seluruh rakyat Mesir yang beragama Islam untuk turun ke jalan guna menentang pembantaian yang dilakukan oleh militer. Syaikh Qardhawi juga menyerukan seluruh Muslim di dunia menggalang aksi damai serentak pada Jum'at (16/8) besok.

Berikut ini ringkasan seruan Syaikh Qardhawi seperti dikutip dari elbehira.net:

1. Menjadikan hari Jum'at tanggal 16 Agustus 2013 sebagai hari kemurkaan umat Islam dunia kepada militer mesir pimpinan As Sisi

2. Seluruh umat islam di setiap negara-negara Islam agar turun ke jalan beserta anak dan keluarga mereka melakukan unjukrasa damai

3. Turun ke jalan melakukan unjukrasa ini adalah hukumnya fardhu ain bagi setiap Muslim Mesir yang tidak memilki uzur syar'i 

4. Keselamatan para demonstran Al-Hak ini berada di Tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, tidak akan terjadi apapun kepada mereka kecuali yang sudah Allah kehendaki.

Penggalangan aksi damai ini juga mendapat dukungan dari banyak ulama, termasuk dua ulama Salafi Mesir terkemuka, Syaikh Muhammad Hasan dan Syaikh Muhammad Husain Ya'qub. Sejak kemarin, dua ulama ini telah bergabung bersama demonstran di Maidan Mahmud.

"Kami telah melakukan yang terbaik untuk menghindari pertumpahan darah. Tetapi hari ini, kami bergabung dengan kalian dan mengumumkan bahwa darah kami akan ditumpahkan sebelum darah kalian," tegas ulama tersebut. [IK/Ajz/Bhr/bsb] 

Yusuf Kalla Seru Masjid Laksanakan Shalat Ghaib untuk Korban Pembantaian di Mesir

Foto: .::: Di Jakarta Besok Udah Mulai Aksi Yang Kedua Kalinya Untuk Menyampaikan Keprihatinan Atas Tragedi Pembantaian Kemanusiaan Yang Kali ini Akan dihadiri oleh Tokoh Nasional Yang Tidak Asing Lagi Bagi Kita, dna Untuk Kawan-KAwan Yang Lain Segera Untuk Melaksanakan Aksinya Agar Pemerintah Tahu  kita Rakyat Indonesia Peduli dan Kita Tak Lupa Sejarah Akan Jasa Mesir Terhadap Bangsa..

#saveEgypt
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) menginstruksikan seluruh masjid dan mushala di berbagai daerah menggelar shalat Gaib serentak pada Jumat (16/8) besuk. Shalat gaib itu ditujukan untuk korban pembantaian demonstran di Kairo yang dilakukan militer, Rabu (14/8) kemarin.

"Pak JK menginstruksikan pengurus masjid dan musala di Indonesia menggelar salat gaib untuk korban demonstrasi di Mesir. Salat itu, hendaknya digelar bersamaan pada Jumat besok," kata Media Officer Jusuf Kalla, Husain Abdullah, Kamis (15/8) seperti dikutip dari Tribunnews.

Husain menambahkan, JK juga meminta warga Indonesia mendoakan keselamatan pelajar dan WNI yang menetap di Mesir.

Sementara itu, Ketua PBNU menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk mendoakan kaum muslim yang dibantai di Mesir dengan Qunut Nazilah. "Kita wajib memberikan dukungan sekurang-kurangnya melalui doa, kekuatan doa itu sangat dahsyat" kata Said seperti dikutip ROL, Kamis (15/8).

"Saya menghimbau kepada umat Islam agar membaca qunut Nazilah di setiap shalat fardhu, bahkan di dalam khutbah jum'at. Doa untuk Mesir bisa dibacakan dalam khutbah kedua" imbuh Said.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam upayanya membubarkan paksa demonstrasi di Rabiah Adawiyah, militer membantai demonstran dengan tembakan gas air mata dan peluru tajam, menempatkan sejumlah snipper (penembak jitu) di atas gedung untuk menembaki demonstran, hingga menggunakan panser dan helikopter. Selain membantai demonstran di Rabiah Adawiyah, militer juga membubarkan paksa demonstrasi di Maidan Nahdlah dan membakar hidup-hidup demonstran yang bertahan di sana.

TV Al-Ahrar melaporkan, Rabu (14/8) malam, korban tewas (syahid, insya Allah) telah mencapai 2.200 orang. Sedangkan yang terluka telah melampaui 10.000 orang. [Danil S]

Erdogan Marah dengan Sikap Barat Yang Diam Terkait Kondisi Mesir

Pemakaman korban yang gugur  dilakukan sepanjang hari Kamis ini , dan juga pada hari Jumat esok, hari utama bagi Muslim , diperkirakan kemarahan akan  tumpah di jalan-jalan seantero Mesir.
“Saya pikir besok (Jum’at) akan menjadi hari besar bagi demonstrasi protes di seluruh Mesir, dengan potensi kekerasan yang sangat tinggi,” kata Yasser El-Shimy, analis International Crisis Group untuk Mesir.
Pembantaian ini adalah pembunuhan massal ketiga atas demonstran Islam sejak Mursi digulingkan enam minggu lalu, tetapi skala pertumpahan darah rabu kemarin  mengisyaratkan bahwa militer bertekad untuk memperketat cengkeramannya pada negara.
Presiden Prancis Francois Hollande memanggil pulang duta besar Mesir untuk menuntut segera menghentikan Militer Mesir lakukan tindakan keras.

Kondisi Terbaru Atas Tragedi Rabu Pagi di Raba'ah Adawiyah

    Kondisi terbaru di Mesir hingga saat ini yang kami dapat dari situs berita RNN bahwa sanya telah terjadi pembantaian rakyat Sipil semakin jadi di Mesir hingga saat ini telah memakan Banyak Korban sebanyak 2600 orang telah meninggal dunia, dan rumah sakit yang berada di lapangan raba'ah adawiyah dibakar oleh Polisi Mesir dan pada saat itu didalam rumah sakita terdapat ribuan pasien dan perawat yang berada dalam masjid tersebut.

  Hingga saat ini Korban terus bertambah mengingat status yang diberlakukan Pada Militer pada saat ini adalah Darurat sehingga semakin brutal polisi dan militer menghajar para Rakyat sipil, hingga kini banyak rakyat mesir yang menjadi korban akibat pembantaian dari keganasan Polisi dan Militer Mesir.


 Akan tetapi Hingga Kini Barat dan PBB belum Bersuara seakan-akan tidak terjadi apa-apa di Mesir, padahal sudah 2600 korban meninggal dan Puluhan ribu luka-luka, dan turky pada saat ini terus menyeru agar negara-negara lain mengutuk keras atas apa yang dilakukan oleh Militer, dan Bulan sabit Merah pun juga Ingin ikut membantu korban Mesir setalh mendapatkan persetujuan BSM mesir.


  Dan Pada Hari rabu kemari juga terjadi Pengunduran diri Wakil presiden Mesir Mohammad ElBaradei karena dia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi di mesir jadi membuat Baradei tidak mau mengambil Resiko karena tidak setuju dengan Tindakan Militer yang menggunakan Kekerasan.
Foto: .:::: Mohammad ElBaradei mengundurkan diri pada hari Rabu mengatakan ia tidak bisa menanggung tanggung jawab atas keputusan (Pembubaran demonstrasi yang memakan banyak korban).

Pengunduran diri ElBaradei muncul setelah lebih dari  ratusan orang tewas dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan untuk membersihkan protes oleh pendukung Presiden terguling Mohammad Mursi.

Dalam surat pengunduran diri kepada Presiden Interim Adly Mansour, ElBaradei mengatakan bahwa “manfaat dari apa yang terjadi saat ini adalah orang-orang yang melakukan kekerasan, terorisme dan kelompok-kelompok paling ekstrim.”

ElBaradei, mengatakan “ada cara yang lebih damai” untuk memecahkan krisis di negara itu.

“Seperti yang Anda tahu, saya melihat bahwa ada cara-cara damai untuk mengakhiri bentrokan di masyarakat, ada solusi yang diusulkan dan dapat diterima untuk awal yang akan membawa kami ke konsensus nasional,” dia mengatakan dalam suratnya.

Dia menambahkan: “Hal ini telah menjadi sulit bagi saya untuk terus yang bertanggung jawab atas keputusan yang saya tidak setuju dengan dan yang konsekuensinya saya sangat takut terjadi . Saya tidak bisa menanggung tanggung jawab untuk satu tetes darah (yang tumpah). ”

Sementara itu, Fahmy Tareq, profesor Hubungan Internasional di Universitas Kairo, mengatakan kepada Al Arabiya bahwa pengunduran diri Baradei itu tidak akan mempengaruhi peta jalan politik yang diresmikan oleh militer.

Pekan lalu, Mesir mengatakan upaya oleh utusan internasional untuk menemukan solusi bagi krisis negara itu telah gagal

  Yang Membuat Miris adalah polisi dan tentara Mesir Membakar Masjid yang Berada di Lapangan Raba'ah adawiyah yang mana tidak tahu apa alasan mereka sehingga membakar masjid Raba'ah adawiyah, akan tetapi ini adalah tindakan yang sangat tidak terkutuk karena telah membakar Masjid, apakah mereka Beragama islam atau apa sehingga Mereka Membakar masjid karena cukuplah orang Kafir yang Membakar Masjid ...
Foto: .::: Bisa dibayangkan Setelah Mereka (Polisi dan Militer Mesir) Membunuh Ribuan dan Melukai Puluhan  Ribu Rakyat Sipil Mesir, sekarang Mereka Membakar Masjid Yang Berlokasi di Lapangan Raba'ah Adawiyah, Sungguh Ironi atas Apa Yang telah Mereka lakukan Karena Ini sama Halnya dengan Tentara Suriah Yang Menghancurkan Masjid-Masjid di Suriah tetapi disuriah Jelas Bahwa Tentara nya Asli Syiah, dan Apakah Militer dan polisi itu Beragama Islam atau Syiah ? Allohu alam, Lantas apa Yang Menjadi dalil Mereka Membakar Rumah Alloh ini, Apakah ada Salah Bangunan itu, dan Masihkan Orang Mengatakan ini Hanya Masalah Perebutan Kekuasaan ? Masihkan Ini Hanya Antara Al-Sisi dan dengan Para Ikhwan ? tidak Wahai Saudara ku, Ini menyangkut Darah saudara kita Ummat Islam, Masjid Sudah di Bakar, Kurang Bukti apa Lagi...

#SaveEgypt #GenerasinanRabbani

Tokoh Salafi Al-Jazeera Mengecam PBB dan Barat tidak Bersikap atas Tumpahan Darah di Mesir

Tokoh Salafi Khalid Syarif, dalam sambungan teleponnya kepada TVAljazeera, mengecam sikap Barat dan PBB yang diam melihat kebiadaban militer Mesir yang membunuhi para demonstran di Maidan Rabi’ah Adawiyah.

“Di mana lembaga-lembaga hak asasi manusia dan PBB ketika melihat pembantaian ini dan darah rakyat mesir yang tumpah?” gugat juru bicara Partai El Bina Wa Tanmiyah ini seperti dikutipHidayatullah.com

Syarif juga mendesak Syaikhul Azhar Dr. Ahmad Ath-Thayyib untuk mengintervensi langsung agar kekejian terhadap para demonstran dihentikan.

Syarif menegaskan, apa yang dilakukan militer di Rabi’ah Adawiyah sebenarnya adalah upaya menghapuskan eksistensi para aktifis Islam.

“Pembantaian yang terjadi saat ini bertujuan menghapuskan eksistensi para aktivis Islam” tandasnya.

Hingga malam (WIB) ini, ratusan demonstran anti-Kudeta terbunuh dalam serangan militer di Rabi’ah Adawiyah. Rumah sakit darurat di Rabi’ah Adawiyah bahkan menyebut angka 2.200 yang telah tewas dan korban luka-luka mencapai 10.000 orang. Rumah sakit tidak bisa lagi melayani pasien disebabkan kehabisan pasokan tabung oksigen dan sejumlah obat-obatan.

Status Fb Terakhir Korban Mesir : "Kami Mencium bau Syurga"

KAIRO - (14/8) Pembantaian atas demonstran damai Pro Mursi oleh pemerintahan kudeta dibawah komando As-Sisi kali ini paling biadab. Akun resmi pro Mursi di Rab'ah@EgyAntiCoup menulis: Confirmed from field hospital now: Death toll reaches 2200, and 10,000+ wounded #RabaaMassacre.

Termasuk yang gugur syahid adalah putri pemimpin Ikhwan Dr. Muhammad Baltaji yang berumur 17 tahun, Asma' binti Baltaji. Sesaat setelah gugurnya putri beliau, Dr Baltaji diwawacarai Al Jazeera. Beliau menyatakan, "Saya tidak butuh bela sungkawa untuk putriku Asma'. Sekarang dia sudah di Surga Firdaus".


Syuhada yang lain, Dokter Abdurrahman Eldeeb yang bertugas sebagai tim medis di Rab'ah, sebelumnya mengupdate status seputar perkembangan terkini Mesir. Ia kemudian membuat status, "Kucium bau surga." Dua jam kemudian ia syahid ditembak penembak jitu, (14/8/2013).

Wa inna jundana lahumul gholibun.... betapapun pedih perihnya.. inilah jalan kemenangan.

Allahumansurhum fii Misr ... Allahumarzuqhum syahadata fii sabilik ..

2200 Rakyat Mesir Meninggal dalam Waktu 8 Jam

Jumlah korban pembantaian demonstran yang dilakukan militer Mesir hari ini terus bertambah. TV Al-Ahrar melaporkan, korban tewas (syahid, insya Allah) telah mencapai 2.200 orang. Sedangkan yang terluka telah melampaui 10.000 orang. 

Juru bicara Ikhwanul Muslimin Gehad El-Haddad mengatakan, ribuan orang meninggal dalam 8 jam setelah pasukan keamanan Mesir memulai operasi pembersihan demonstran pro Presiden Muhammad Mursi yang telah berkemah di jalan-jalan Kairo sejak presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan oleh rezim militer bulan lalu.

“Dalam 8 jam, sudah terjadi pembantaian massal. Tak ada satupun orang yang mampu menghentikan pembantaian ini, baik di Mesir maupun di dunia. Lebih dari 2.200 orang syahid dan 10.000 lainnya luka-luka. Biarkan dunia menyaksikannya!” kata Gehad El-Haddad, melalui akun twitter-nya yang terpantau sekira pukul 18.50 WIB, Rabu (14/8). 

“Ini bukan upaya untuk membubarkan, tapi upaya berdarah untuk menghancurkan semua suara oposisi menentang kudeta militer,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam upayanya membubarkan paksa demonstrasi di Rabiah Adawiyah, militer membantai demonstran dengan tembakan gas air mata dan peluru tajam, menempatkan sejumlah snipper (penembak jitu) di atas gedung untuk menembaki demonstran, hingga menggunakan panser dan helikopter. Selain membantai demonstran di Rabiah Adawiyah, militer juga membubarkan paksa demonstrasi di Maidan Nahdlah dan membakar hidup-hidup demonstran yang bertahan di sana. [Danil S]

Militer Mesir Bakar Rumah Sakit Raba'ah Yang isinya Ribuan Pasien

PASUKAN polisi dan tentara Mesir membakar rumah sakit lapangan Rabaa Al Adawiyah, termasuk membakar tubuh para syuhada, wanita dan anak anak yang terluka.

Seperti dilaporkan ikhwanonline mengatakan kru medis dipaksa meninggalkan pasien yang terluka di Rumah Sakit lapangan Rabaa Al Adawiyah, setelah itu korban ditembak dengan peluru tajam.

Korban yang masih kuat berjalan berhamburan menyelematkan diri ketika rumah sakit lapangan itu diserbu pasukan polisi dan tentara pro kudeta itu.

Fadhilatus Syeikh Dr. Yusuf Al Qaradhawy, hafizhahullah, dalam siaran live di Aljazeera menyatakan:

"Sisi, Beblawi, Adly Mansour, Baradei cs terlibat dalam aksi kejahatan ini. Mereka akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah dan rakyat Mesir. Sungguh apa yang terjadi hari ini tidak pernah terjadi sebelumnya bahkan hingga pada dinasti Mamalik sekalipun, tak pernah ada pembantaian sebesar ini atas rakyat Mesir."




*[Dt/ikhwanonline/Islampos/dll]