Halaman

Rabu, 31 Juli 2013

Alloh Berika "Tamparan" Pada Umat Muslimin Atas Kejadian Suriah dan Mesir

Kita membaca tarikh dan musuhpun menyimak sejarah; Al Aqsha dan Palestina selalu dibebaskan dari paduan dua arah; Mesir & Suriah. Ini pertarungan.

Khalid dari arah Suriah dan 'Amr ibn Al 'Ash dari arah Mesir; maka Allah memilih Abu 'Ubaidah membebaskan Al Aqsha dan 'Umar menerima kuncinya.

Setelah mengambil-alih Mesir dari kebobrokan Fathimiyah dan mewarisi Nuruddin Mahmud Zanki di Suriah; Shalahuddin Al Ayyubi membebas Al Aqsha.

Maka hari ini; kaum Muslimin yang sempat tersenyum oleh Mursi di Mesir dan menaruh harap pada Mujahidin di Suriah; harus lagi memanjang sabar.

Banyak kepentingan yang belum merelakan dua negeri ini menjadi pangkalan perjuangan agar Ummat kembali dapat shalat dan beri'tikaf di Al Aqsha.

Hendaknya lalu kita tahu; kepedulian soal Mesir dan Suriah bersatumuara ke iman kita, cinta kita, rindu kita; tuk menziarahi Al Aqsha merdeka.

Hari-hari ini Mesir gegap gempita; "Suara damai ini lebih tajam dari peluru; tekad kami lebih baja dari senjata"; maka Allah menguji mereka.

Kumpulan Materi Ceramah Ramadhan : Jibril menangis

"Maka orang-orang kafir itu, pakaian mereka dibuatkan dari api neraka, lalu disiramkan ke atas kepalanya rebusan air mendidih. Hancur luluhlah isi perut dan kulit-kulit mereka" QS Al-Hajj: 19-20.

Ketika peristiwa Isra' Mi'raj, Rasulullah saw diperlihatkan kepada pemandangan penduduk neraka. Diantaranya, ada orang yang lidahnya setiap saat semakin panjang, hingga berlilit-lilit dan diinjak-injak orang di jalan.

Lantaran merasa kesakitan, orang itu lalu menggunting lidahnya. Akan tetapi lidahnya kembali menjadi panjang, lalu diguntingnya kembali. Begitulah keadaannya seterusnya.

Ada lagi seseorang yang membawa bara neraka di sebuah piring. Lalu bara itu dimakannya, langsung tembus dari mulut hingga ke anusnya. Orang itu melolong sangat kesakitan, namun bara itu kembali dimakannya, dan tembus lagi sampai ke anusnya, dia melolong kembali. Begitulah seterusnya.

Ada pula orang yang perutnya sebesar kamar, setiap akan berdiri, orang itu langsung terbanting jatuh. Dicobanya lagi berdiri, namun ia jatuh lagi. Begitulah seterusnya.

Ada juga pemandangan perempuan lacur, orang yang saling pukul kepala dengan martil dan sebagainya.

Rassulullah saw bertanya kepadaa Malaikat Jibril yang menemani beliau saw:
"Apa dosa-dosa orang itu wahai Jibril," tanya Rasulullah saw.

Malaikat Jibrilpun menjelaskan, bahwa orang yang memotong-motong lidahnya itu, adalah diakibatkan dosanya yang sering bergunjing, membicarakan keburukan saudaranya.

Adapun orang yang memakan bara api neraka itu disebabkan, karena waktu di dunia ia suka memakan harta anak yatim dengan cara tidak benar. Sedangkan orang yang perutnya sebesar kamar itu disebabkan dosanya yang suka memakan riba, bunga uang.

Lalu malaikat Jibril bercerita tentang api neraka. Bahwa Allah swt, telah menyalakan api neraka itu selama 1.000 tahun, sehingga apinya menjadi merah padam bernyala-nyala.

Lalu dipanaskan lagi 1.000 tahun, lantaran suhu panasnya, api itu berubah warna menjadi putih. Lalu Allah swt memanaskannya selama 1.000 tahun lagi, hingga apinya berubah menjadi hitam pekat dan gelap.

"Jika ada manusia yang dilemparkan ke dalamnya, maka sekejap saja langsung akan musnah," ujar Jibril.

Kemudian malaikat Jibril pun menangis. "Mengapa engkau menangis Ya Jibril," tanya Rasulullah saw. "Aku takut kepada jiwaku," ucap Jibril.

"Bukankah engkau adalah malaikat, yang tidak mungkin berbuat maksiat kepada Allah swt," kata Nabi saw.

"Benar, akan tetapi takdir Allah bisa berlaku atas siapa saja. Bukankankah Iblis itu asalnya adalah penduduk Surga, lalu berlaku takdir Allah swt atasnya. Hingga Iblis menjadi penghuni Neraka," urai Jibril.

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari api neraka dan segala apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik niyat, perkataan, perbuatan maupun tekad-tekad kami. Amien.

Ada seroja yang tengah merona
Simbol kota-raja semakin merekah
Apa bahagia yang paling sempurna
Berkumpul keluarga di syurga Allah



Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

Inilah THR untuk 7 Keturunan

Andaikan saja presiden negeri ini membuat pengumuman,

"Wahai rakyat negeri yang kucintai. Mulai malam ini, hingga sembilan malam mendatang, pintu kerajaanku terbuka lebar untuk kalian semua.

Aku telah menyediakan jamuan spesial di acara open house itu. Kalian bisa makan sepuasnya, minum sepuasnya, bersenang-senang sepuasnya. Setelah kalian puas, silahkan dibungkus. Bawa oleh-oleh untuk keluargamu di rumah. Sebanyak mungkin. Agar semuanya kebagian.

Di antara sepuluh malam itu, aku akan selipkan sebuah kejutan dahsyat bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh. Aku sediakan THR yang cukup untuk hidup sampai tujuh turunan." 

Senin, 29 Juli 2013

Di Lapangan Rabiah Aladawiyah, Pro Mursi Laksanakan Sanlat

Para pengunjuk rasa pendukung Presiden Mursi sudah sejak 3 Juli lalu ‘menduduki’ lapangan Rabiah Aladawiyah di timur Kairo. Tanggal itu adalah hari di mana militer Mesir yang didukung kelompok oposisi mengudeta kekuasaan Presiden Muhammad Mursi yang terpilih secara demokratis setahun lalu. Bila dihitung hingga Sabtu (27/07) dini hari ketika militer dan polisi Mesir mencoba membubarkan aksi unjuk rasa pendukung Mursi, mereka sudah berada di lapangan Rabiah Aladawiyah minimal selama 25 hari.
Menurut beberapa kantor berita, jumlah para pendukung Mursi yang berkumpul di Rabiah Aladawiyah mencapai satu juta orang pada siang. Menjelang sore hingga malam hari, jumlahnya bertambah mencapai dua sampai tiga juta orang, terutama ketika mereka menggelar unjuk rasa setiap usai shalat Tarawih. Mereka terdiri dari anak-anak muda, orang tua, laki-laki dan perempuan. Bahkan, ada di antara mereka yang membawa serta anak-anak. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah di Mesir.
Mamduh Saad Mohammad, 29 tahun, datang dari Sinai (berbatasan dengan Israel). Ia bergabung ke Rabiah Aladawiyah dengan meninggalkan istri dan dua anaknya. Ia mengatakan, Allah SWT yang akan menjaga keluarganya. Menurutnya, apa yang ia lakukan untuk membela legalitas presiden yang dipilih secara demokratis. ”Masalah yang kami hadapi adalah persoalan hidup atau mati. Kami tidak mau kembali ke zaman kezaliman Husni Mubarak,” katanya saat diwawancarai Aljazirah.net pada siang bolong yang panas dalam satu kemah di Rabiah Aladawiyah. ”Selama setahun kepresidenan Mursi, kebebasan sangat terjamin. Lalu, apakah kami tidak boleh hidup seperti bangsa-bangsa lain di negara demokrasi? ”
Tidak semua pendukung Mursi mengaku sebagai kader Ikhwanul Muslimin atau partai Islam lainnya. Shobir Abdul Ghani, mahasiswa Akademi Teknologi di Mansuroh, misalnya. Ia mengaku bergabung di Rabiah Aladawiyah lantaran para pendukung Mursi adalah orang-orang yang terhormat. Mereka berunjuk rasa dengan sopan dan damai. Ia bergabung dengan pendukung Mursi sejak 5 Juli, dua hari setelah kudeta militer. ”Saya datang ke sini untuk membela demokrasi yang dialami Mesir untuk pertama kalinya. Apa yang kami lakukan adalah untuk kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Mesir.”
Mamduh dan Shobir sekadar contoh mereka yang mendukung Mursi. Menurut Aljazirah.net, ribuan dan bahkan jutaan pendukung Mursi memiliki niat yang hampir sama dengan kedua orang tadi. Lalu, apa yang mereka lakukan selama berhari-hari di lapangan Rabiah Aladawiyah selain berunjuk rasa?
Aljazirah.net yang sempat meliput keseharian para pendukung Mursi di tenda-tenda lapangan Rabiah Aladawiyah menuliskan, usai shalat Subuh berjamaah mereka lalu membaca Alquran, kemudian shalat Dhuha, diteruskan dengan membersihkan lokasi dan jalan-jalan sekitar. Pada siang hari yang panas, ada yang kembali membaca Alquran, ada yang mengikuti ceramah agama atau politik, dan lainnya beristirahat.
Setelah shalat Zhuhur berjamaah, mereka kembali mengikuti ceramah dari para politikus yang menganalisis perkembangan kondisi politik mutakhir. Berikutnya, usai shalat Ashar, sebagian mereka menyiapkan makanan untuk berbuka puasa bersama. Sementara, yang lainnya ada yang menyiapkan yel-yel untuk berdemo serta nyanyian perjuangan. Untuk menghilangkan kebosanan, juga diselenggarakan lomba sepak bola di tempat-tempat yang kosong di sela tenda-tenda di Rabiah Aladawiyah.
Para pendukung Mursi membantah mereka ikut berunjuk rasa karena dibayar. Salim Faris, guru SMP di Kota Ismailiyah, menyatakan, hal itu merupakan kebohongan yang disebarkan para lawan politik Mursi. Menurutnya, mereka bergabung di Rabiah Aladawiyah karena alasan nasionalisme dan agama. Mereka dengan biaya sendiri siap berhari-hari berada di Rabiah Aladawiyah hingga kebenaran bisa ditegakkan. Namun, ia mengaku banyak juga dermawan yang menyumbangkan makanan dan minuman untuk berbuka dan bersahur bagi para pendukung Mursi.
Kondisi di Rabiah Aladawiyah yang laiknya pesantren kilat di Indonesia itu, Sabtu (27/07) dini hari, menjadi tegang ketika militer dan polisi tiba-tiba menyerang para pendukung Mursi. Ikhwanul Muslimin menyebut sedikitnya 66 orang wafat di tempat dan 61 lainnya meninggal dunia di rumah sakit. Mereka terbunuh oleh senjata aparat keamanan Mesir. Ribuan lainnya menderita luka berat dan ringan. Namun, jumlah ini dibantah Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammad Ibrahim. Menurutnya, jumlah yang meninggal tidak lebih dari 21 orang.
Yang jelas, serangan pada pagi buta itu telah membuat kocar-kacir para pendukung Mursi. Hingga tulisan ini dibuat, belum diketahui bagaimana kelanjutan keberadaan dari para pendukung Mursi di Rabiah Aladawiyah dan di tempat lainnya.
Ketegangan di kalangan para pendukung Mursi sebenarnya sudah dimulai dua hari sebelumnya. Yaitu, ketika Menteri Pertahanan yang juga Kepala Staf Angkatan Darat Mesir Jenderal Abdul Fattah Sisi meminta rakyat Mesir (baca: kelompok oposisi Mursi) turun ke jalan berdemo besar-besaran pada Jumat (26/07) sebagai bukti mandat kepada militer untuk membubarkan para pengunjuk rasa pendukung Mursi, yang ia sebut sebagai kelompok anarkis dan teroris. Sehari setelah itu, Menteri Dalam Negeri juga mengancam akan segera membubarkan para pengunjuk rasa Mursi yang ia sebut telah mengganggu ketertiban umum. Padahal, para pendukung Mursi sebelumnya juga telah bertekad pada hari Jumat akan menyelenggarakan demo besar-besaran di seluruh negeri.
Setelah serangan mematikan oleh militer Sabtu dini hari, kondisi Mesir kini semakin tidak menentu. Rakyat Mesir semakin terbelah antara yang mendukung tindakan militer dan yang mengutuk Jenderal Sisi yang disebutnya sebagai gembong kudeta militer. Hal yang paling dikhawatirkan bila Jenderal Sisi segera mengumumkan keadaan darurat dan membubarkan Ikhwanul Muslimin dan partai-partai Islam pendukung Mursi. Karena secara de facto, Jenderal Sisi-lah yang merupakan penguasa sebenarnya, sedangkan Presiden Adli Mansur dan Hazem al-Bablawi hanyalah boneka militer.
Bila ini yang terjadi, Al Rabi’ Al Arabi yang terjadi di sejumlah negara Arab bukannya menjadi angin segar bagi babak baru kehidupan demokrasi, melainkan justru mengembalikan negara-negara itu ke cengkeraman militer yang diktator dan otoriter. Bahkan, Jenderal Sisi dinilai lebih buruk lantaran sejak mengambil kekuasaan pada 3 Juli lalu, militer Mesir telah membunuh sedikitnya 200 pendukung Mursi, membungkam semua media oposisi, dan memenjarakan para lawan politiknya. (rol)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/29/37384/pesantren-kilat-pendukung-mursi-di-lapangan-rabiah-aladawiyah/#ixzz2aRdAxiQL 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Inilah I'tikaf cara Rosul, Kita tauladani Yukk..!!

Sudahkah anda berniat untuk tidak melewatkan kesempatan emas 10 hari terakhir di bulan Ramdhan dengan menyampaikan seluruh pengharapan dan doa (bermunajat)  dan ibadah sepenuh hati  ber-i’tikaf di masjid.  Sebelum ber’itikaf mari kita simak kembali beberapa penjelasan dari  Kitab Bulughul Maram oleh Al Hafizh IBn Hajar Al Asqalany dan syarahnya oeleh Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfurry
*Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa melaksanakan Qiyam Ramadhan dengan dasar keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu (Muttafaq Alaihi)
Menurut bahasa, I’tikaaf ialah menahan, berdiam dan menetap. Sedangkan menurut syariat, I’tikaaf ialah berdiamnya seseorang di masjid dengan sifat tertentu. Sementara yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan ibadah pada malam harinya, baik shalat maupun membaca Al Qur’an. Qiyam Ramadhan pada umumnya dipergunakan untuk menyebut shalat Tarawih.  Sabdanya, karena iman yakni membenarkan janji Allah berupa pahala, bermakna bahwa ia beribadah karena keimanannya. Yakni keimanannyalah yang mendorongnya untuk melakukan qiyam, bukan sesuatu yang lain. Ini mengisyaratkan keikhlasan niatnya dari kotoran riya. “ dan ihtisab” yakni mencari wajah Allah dan pahalanya.
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Apabila telah masuk hari kesepuluh, yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam-malam tersebut serta membangunkan istri-istrinya (Muttafaq Alaihi)
Sabdanya mengencangkan kain sarungnya, ini adalah kinayah tentang tekun beribadah, mencurahkan waktu untuknya dan bersungguh-sungguh di dalamya. Ada yang berpendapat, yang dimaksud dengannya ialah menjauhi wanita untuk menyibukkan diri dengan peribadatan. “ Menghidupkan malamnya” yakni menghidupkan seluruh malam dengan begadang untuk melakukan shalat dan selainnya, atau menghidupkan sebagian besarnya” dan membangunkan keluarganya” yakni membangunkan mereka dari tidur untuk beribadah dan shalat.
*Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata,” Jika Nabi SAW ingin melakukan I’tikaf, beliau mengerjakan shalat Shubuh , baru kemudian masuk ke tempat I’tikafnya (Muttafaq Alaihi)
Pernyataannya, “shalat Shubuh” yakni pada pagi 21 Ramadhan. Maksudnya beliau terfokus dan menyepi di dalamnya setekah shalat shubuh. Bukan berarti bahwa itu dimulainya waktu I’tikaf. Bahkan waktu I’tikaf dimulai sebelum maghrib pada Malam ke 21 dalam keadan beri’tikaf lagi berdiam di masjid secara umum. Ketika setelah selesai shalat Subuh beliau menyendiri. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam An Nawawi. Takwil ini harus dilakukan untuk mengkompromikan antara hadits ini dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana hadits ini.
*Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata, Rasulullah saw pernah memasukkan kepalanya ke kamarku dan aku menyisir rambutnya. Dan jika sedang I’tikaf beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada keperluan.” (muttafaq Alaihi)
Maksudnya menggunakan sisir di rambut kepala, maksudnya aku menyisirnya dan meminyakinya. Di dalamnya terdapat dalil bahwa mengeluarkan sebagian tubuh orang yang beri’tikaf di Masjid itu tidak membatalkan I’tikaf , dan hadits ini juga terdapat dalil tentang bolehnya laki-laki menjadikan istri sebagai pelayannya. “kecuali jika ada keperluan” seperti kencing, buang air besar , muntah, mandi jinabat, buang ingus dan selainnya yang tidak mungkin dilakukan di masjid.
*Diriwayatkan beliau pula , ia berkata,” Sunnah bagi orang yang ber-I’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak menyaksikan jenazah, tidak menyentuh wanita dan tidak mencumbunya . Tidak keluar untuk suatu kepentingan kecuali jika memang harus . Tidak sah I’tikaf kecuali jika dibarengi dengan puasa dan tidak sah I’tikaf kecuali didalam masjid Jami.” (Hr Abu Dawud, Perawi-perawinya bAik, hanya saja yang kuat bahwa perkataan yang terakhir hukumnya mauquf)
Dan tidak sah I’tikaf kecuali dibarengi dengan puasa.” Mengenai hal ini terdapat perselisihan yang besar, dan dalil-dalil menunjukkan bahwa itu tidak disyaratkan. “Masjid jami ‘ yaitu masjid yang diselenggarakan di dalamnya shalat-shalat. “hanya saja pendapat yang kuat bahwa bahwa perkataan yang terakhir hukumnya mauquf,”yakni dari ucapannya “ dan tidak sah I’tikaf kecuali dibarengi dengan puasa.” Ad daruquthni menegaskan bahwa kadar hadits Aisyah adalah sampai lafadz “ Dan tidak keluar untuk suatu kepentingan” sementara selain lafadz itu adalah dari perawi lain.” Demkian dari Fathul Bari
*Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa r.a. bahwa  beberapa orang shahabat Nabi  SAW bermimpi melihat malam Lailatul qadr pada tujuh hari terakhir. Maka Rasulullah SAW bersabda,” Menurut dugaanku, kalian bermimpi pada tujuh hari terakhir. Barang siapa ingin mencari malam tersebut, maka carilah pada tujuh malam terakhir (Muttafaq Alaihi)
Pernyataannya, “pada tujuh malam yang terakhir” yakni pada  tujuh malam yang tersisa dari akhir Ramadhan. Dengan demikian permulaannya adalah malam 23.Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan malam tersebut…” dan pendapat yang paling sahih dan paling kuat dalilnya bahwa ia terdapat pada bilangan ganjil dari sepuluh malam yang terakhir dan berpindah-pindah. Terkadang pada malam 21, terkadang pada malam 23, terkadang malam 25, terkadang malam 27 dan terkadang malam 27. Adapun riwayat yang menyebutkan penentuan sebagian malam secara pasti, dan sebagaimana dalam hadits-hadits lainnya bahwa ia  adalah malam 21 atau malam 23, maka ini memang demikian pada tahun tertentu.  Bukan berarti bahwa ia demikian seterusnya hingga akhir masa . Tetapi ada yang menyangka bahwa ia memang demikian hingga selamanya, sehingga terjadilah perselisihan yang tajam karenanya.
*Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , ia berkata : Aku katakan wahai Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan jika aku mengetahui malam lailatul Qadr itu? Beliau menjawab,” Ucapkanlah Allahuma innaka afuwwun tuhibbul Afwa fa’fu annii (Ya Allah sensungguhnya Engkau Maha pemaaf ,  suka memaafkan maka  maafkanlah aku ). Hadits diriwayatkan oleh lima imam selain Abu Dawud dam dishahihkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim. (Lr/bulughul Maram)

Minggu, 28 Juli 2013

Kaba Terbaru Mesir : Sampai Saat ini 140 Syahid, 4000 terluka Akibat Keganasan Militer

28 Juli 2013 | 05.30  WIB

Sedikitnya 120 pendukung Presiden Mursi gugur (syahid, insya Allah) setelah diberondong pasukan Jenderal As Sisi, Sabtu (27/7) pagi waktu setempat. Pembantaian dimulai dengan penembakan gas air mata oleh para polisi menjelang fajar di bundaran Rabi’ah Adawiyah.

Sejumlah pemuda yang hendak menunaikan shalat Subuh membalas serangan polisi itu dengan melempar batu. Bukannya berhenti menembakkan gas air mata, pasukan keamanan pro kudeta justru semakin beringas. Mereka memberondong massa dengan peluru tajam. Sedikitnya 120 pendukung Mursi syahid dan sekitar 4.000 lainnya luka-luka.

Pola serangan menjelang fajar tersebut mirip dengan serangan serupa terhadap pendukung Mursi di kompleks Garda Republik di Kairo 3 pekan lalu di saat massa sedang shalat Subuh yang menewaskan 61 orang, kata seorang wartawan Mesir seperti dikutip Fimadani.

Selain di Kairo, kekejaman militer dan pro kudeta juga dilaporkan terjadi di Iskandariyah, kota terbesar kedua setelah Kairo. Media massa setempat melaporkan, sekitar 200 pendukung Mursi masih terperangkap di Masjid Agung Qaid Ibrahim di pusat kota Iskandariyah akibat dikepung aparat kemanan sejak Jumat malam.

Peristiwa tragedi menjelang fajar ini tidak satu pun televisi Mesir menyiarkannya, dan hanya tampak berulang kali tayang ulang aksi demo pendukung tentara pada Jumat lalu. Sejauh ini, pihak Ikhwanul Muslimin dan pendukung Mursi menyatakan akan terus bertahan hingga hari Ahad besuk.

Penasihat Syaikh Al-Azhar, Dr.Hasan Syafi’i dalam pernyataannya di televisi Al-Jazeera mengutuk pembunuhan massal itu. Ia mengatakan, lebih 100 orang yang dibunuh dari kalangan pemuda Mesir itu bukan hanya dari Ikhwanul Muslimin dan seakan-akan mereka diperlakukan seperti bukan manusia.

Syaikh Hasan juga menyeru kepada para ulama Mesir khususnya Syeikh Al-Azhar Dr.Ahmad Thayyib, serta ulama yang berada di luar Mesir seperti Mekah, Syam, Malaysia, Singapura dan seluruh dunia untuk melakukan sesuatu.

Ia juga menyindir El Baradai yang tidak berkomentar apa-apa terhadap pembunuhan massal yang dilakukan militer hari ini.

“Di mana Dr.Muhammed El-Baradei? Yang mana ketika pemerintahan Dr.Mursi, ketika hanya seorang yang dibunuh ia berkata Mursi sudah hilang kelayakan memerintah. Bagaimana dengan pembunuhan beramai-ramai ini?” tandasnya. [AM/Fmd/bsb]

Sumber : Bersama Dakwah

|Video| Sang Orator Termuda di Dunia Dukung Kembalinya Mursi jadi Presiden

Panggung demonstrasi di bundaran Rabiah Adawiyah ternyata tidak hanya diisi oleh para ulama dan tokoh-tokoh nasional Mesir. Panggung yang berada di depan ratusan ribu hingga jutaan rakyat Mesir setiap harinya sejak kudeta itu juga diisi oleh orator cilik yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

Orasi yang disiarkan eksklusif oleh Rassd, media populer keenam di Timur Tengah, itu bukan hanya menarik perhatian rakyat Mesir, tetapi juga mampu menyemangati jutaan pendukung Presiden Mursi.

Bagaimana aksi orator termuda sedunia di panggung demonstrasi? Berikut ini videonya seperti dilansir Mesir Kini, Sabtu (27/7):

Sabtu, 27 Juli 2013

Tiada kata Kalah untuk Pendukung Mursi, Kemenangan Akan Segera Datang

         
         Foto : Salah seorang Pendukung Mursi membawa Al-quran menghadapai Preman Pendukung


    Sistem Demokrasi Mesir sekarang mengalami Kehancuran yang ditandai oleh Kudeta Militer yang dikomandoi oleh As-sisi, dalam hal ini militer dianggap telah mengambil langkah yang sangat salah karena ini menyalahi sistem demokrasi itu sendiri, dalam hal ini Mursi pun sebagai Presiden Terpilih langsung oleh Rakyat Mesir ditangkap Karena terduga sebagai orang yang menyebabkan beberapa Kelompok Minoritas (Liberal, Sosialis, Kristen Koptik ) Melakukan Penolakan Presiden Terpilih Mesir itu Yaitu Mursi, padahal jika dibandingkan dengan jumlah massa yang mendukung dan Menolak Dr.Mursi maka semua orang yang waras pun akan mengetahui bahwa Banyak nya Massa Pendukung Presiden yang Hafiz Al-Qur'an tersebut, 

            akan tetapi disinilah lagi-lagi peran Media Mengahancurkan Haq dan mengangkat yang Bathil dimana Media menyoroti tentang keinginan Kuat dari beberapa kelompok Minoritas yang mereka namakan semua rakyat Mesir, padahal jika dilihat saja maka maka terlihatlah masih banyak pendukung Mursi, akan tetapi dimana letak pikiran As-sisi, sampai hari ini pendukung Mursi sudah melakukan Aksi di lapangan Rabiah, akan tetapi Media Lokal yang mendukung Militer dan media Barat yang memang tidak suka dengan kepemimpinan Islam itu mengangkat pendemo yang sedikit itu dengan Berkata sekali lagi mereka mengatakan pendemo itu adalah Rakyat Mesir, padahal itu semua Bohong Besar, dan pada akhirnya pemerintah yang baru dibentuk itu pun akan merasa janggal dalam memipin karena sebagian besar rakyat Mesir masih melakukan aksi untuk Legitimasi presiden terpilih oleh Rakyat yaitu Dr.Mursi.

             Dalam hal ini Militer pun sudah mulai menggerakkan tentara untuk menghentikan Aksi Demonstaran yang dilakukan oleh pedukung Mursi yang bisa kita katakan rakyat Mesir ini yang dikatakan oleh Militer bahwasanya mereka ini Teroris oleh Militer, disinilah lagi-lagi Sistem Demokrasi hancur berlebur dibuat oleh Pemerintah Yang nggak jeas itu, karena mereka melakukan pengusiran dengan melakukan penembakan menggunakan peluru tajam kepada masyarakat sipil dan menangkap beberapa orang yang mereka anggap sebagai provokator dari aksi ini semua, padahala itu adalah akal-akalan mereka saja.

             Akan tetapi Para demonstaran yang aksi sudah hampir setengah Bulan ini, tidak akan berhenti samapai Mursi kembali dengan Legitimasinya, ini terbukti istiqomah Mereka dengan tetap melakukan Aksi, dan mereka pun menyatakan bahwsanya mereka akan mati Bersama-sama jika itu terjadi, karena yang mereka tunggu itu adalah Syahid di jalan Alloh, bisa dibayangkan bahwasanya mereka Mati pun tidak takut malahan mereka suka akan hal itu, sehingga tiada Kata kalah bagi mereka, mereka hidup akan terus berjuang untuk mengembalikan Presiden Mursi kembali dan apabila mereka Mati makan mereka Anggap itu pun bukan kekalahan akan tetapi kemenangan yang hakiki bahwasanya mereka Mati Syahid di jalan Alloh Swt.

<iframe src="https://www.facebook.com/video/embed?video_id=1400427323510657" width="1280" height="720" frameborder="0"></iframe>

Penulis : Juanda, Ch, Cht

Jumat, 26 Juli 2013

Hari ini 3 Negara Serentak Melakukan Aksi Simpatik untuk Dukung Mursi

Menjelang aksi 10 juta rakyat Mesir menolak kudeta dan menuntut dikembalikannya legitimasi Presiden Mursi, ratusan ribu umat Islam di Malaysia, Turki dan Palestina menggelar aksi serupa di negeri mereka, Jum’at (26/7) siang waktu setempat.

Dikutip dari RNN dan Mesir Kini, demonstrasi ribuan Muslim Turki berlangsung di Bandar Istanbul. Selain menolak kudeta militer dan mendukung rakyat Mesir mendapatkan kembali Presiden Mursi, demonstran juga berdoa bersama bagi kebaikan Mesir. Mereka juga membawa poster Mursi. “We are with Mursi” bunyi salah satu poster yang dibawa demonstran.

Di Al Quds, ribuan rakyat Palestina berkumpul di depan tangga Masjid Al-Aqsa menyuarakan dukungan atas legitimasi Presiden Mursi dan menolak kudeta militer di Mesir. Sebagai sesama muslim, mereka mendukung pemerintahan di setiap negeri Muslim untuk berhukum dengan Al Qur’an. Demikian terlihat dari spanduk yang mereka pajang di gerbang Masjid Qubatush Shakhrah seperti dilansir Rassd.com.

Sedangkan di Malaysia, jumlah umat Islam yang turun ke jalan mendukung Presiden Mursi lebih banyak lagi. Dari foto-foto yang dilansir Mesir Kini terlihat lautan demonstran bergerak dalam long march menuju kedutaan Mesir di Kuala Lumpur. Demonstran membawa poster Mursi berukuran besar sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Presiden hafidz Qur’an yang dikudeta itu. Jumlah massa yang membentuk barisan sepanjang tiga kilometer itu diperkirakan mencapai seratus ribu orang. [IK/Msk/bsb]
Demo dukung Presiden Mursi di Al Quds, Palestina, hari ini
Demo dukung Presiden Mursi di Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini
Demo dukung Presiden Mursi di Istanbul, Turki, hari ini
Sumber : Bersama dakwah

surat Terbuka IM Mesir : Teruntuk saudara Se-Tanah Air, Ummat Kriste Koptik

Kairo.  Sejak sejarah berawal, rakyat Mesir adalah satu ikatan. Berulang-ulang kaum penjajah berkonspirasi untuk membelah kesatuan umat dan menyebarkan benih-benih permusuhan. Mereka selalu gagal, walaupun selalu mengangkat masalah sektarian ini.
Persatuan rakyat Mesir demikian kuat karena umat Islam pendahulu yang telah berjasa menyelamatkan umat Kristen Koptik dari penindasan dan kekejaman penjajah Romawi. Kekejaman inilah yang memaksa Uskup Benyamin menyembunyikan diri di pegunungan selama 12 tahun. Setelah berhasil mengalahkan Romawi, umat Islam pun mengembalikan beliau menduduki kursi keagamaan nya. Selanjutnya Umat Islam memperlakukan umat Kristen Koptik dengan penuh keadilan, seperti yang diajarkan agama mereka.
Hari ini, sangat disayangkan, kita semua menyaksikan bagaimana kaum kudeta militer yang haus darah menistakan pemerintahan sah dengan sewenang-wenang. Mereka bahkan menculik presiden sah yang dipilih rakyat. Sekarang, beliau berada di tempat yang tidak diketahui. Sebuah perlakukan yang tidak dibenarkan agama, undang-undang, ataupun kemanusiaan. Selain itu, mereka membekukan konstitusi yang telah disahkan melalui referendum. Mereka membunuhi para demonstran yang menjunjung tinggi kedamaian. Bahkan pembunuhan itu terjadi di saat mereka sedang menunaikan shalat. Tidak membedakan antara laki-laki maupun perempuan, semua menjadi sasaran peluru-peluru mereka.
Semua itu dilakukan untuk mendirikan sebuah pemerintahan militer-polisi yang diktator. Kemarin mereka menyerukan seluruh pendukungnya untuk turun ke jalan. Ini adalah benar-benar ajakan untuk memulai perang saudara. Ajakan ini bertujuan untuk melegitimasi pembantaian kepada para penentang kudeta.
Sungguh sangat menyedihkan mengetahui bahwa tiga gereja di Mesir mengumumkan turut berpartisipasi dalam demonstrasi mendukung pemerintah kudeta ini. Sikap seperti ini sangat mengancam stabilitas nasional, dan memperkeruh hubungan antara umat Islam dan umat Kristen Koptik. Sulit dibayangkan, para pengikut Nabi Isa as. mengambil peran sebagai orang yang menghalalkan dan membolehkan pemerintah kudeta untuk menumpahkan darah.
Untuk itu, kami mengharap gereja-gereja di Mesir memikirkan kembali keputusan yang sangat membahayakan masyarakat dan bangsa ini.

Benarkah Presiden Mursi Mati ?


By: Nandang Burhanudin
****

Sifat: Top Secret

Kembali kita simak tweetannya Triomacan2000 Abu Dhabi. Sekali lagi, boleh percaya boleh tidak. Namun kita bisa mengambil pelajaran, betapa kisruh Mesir sebenarnya serbuan Israel dengan agen-agen loyalnya.

Apa yang disampaikan sebelumnya melalui akun twitternya, benar-benar terjadi. Berikut ini kita akan semakin dibuat berdebar, bangsa Mesir telah berubah 180 derajat dari bangsa yang toleran, murah senyum, cinta syariat Islam, menjadi masyarakat yang brutal dan membenci Islam.

1. Tim think-tank mengadakan rapat darurat beberapa jam yang lalu dari sekarang. Tim think-tank mememerintahkan As-Sisi melakukan operasi penumpasan terhadap Presiden Moursi dalam 3 hari yang akan datang. Kematian Moursi akan diberitakan akibat serangan jantung. #topsecret

2. Hari ini akan dikirimkan perintah pembunuhan Presiden Moursi kepada Kedubes AS di Kairo, untuk kemudian eksekusi dilakukan atas restu dan izin dari Dubes AS di Kairo. #topsecret

3. Dalih pembunuhan Moursi adalah agar tidak ada lagi tuntutan demonstran yang meminta untuk mengembalikan Moursi berkuasa. Masalah Moursi akan berakhir seiring kematiannya. #topsecret

4. Setelah ada persetujuan dari Dubes AS untuk membunuh Moursi, maka akan langsung dilakukan As-Sisi secara pribadi melalui serum Israel yang dibawa ElBaradai waktu mengunjungi Israel 1 minggu lalu. #topsecret

5. Ada target operasi yang diperintahkan As-Sisi yaitu membunuhi seluruh demonstran Kristen dan preman dan orang-orang yang mendukungnya besok (Jumat), untuk kemudian membantai demonstran Tahrir dan Ittihadiyah atas perintah As-Sisi. #topsecret

6. Oleh karena itu, George Yichaq, tokoh Koptik melarang pengikut Koptik mendatangi demonstrasi proMoursi Jumat. #topsecret

7. Tujuan pembantaian pendukung kudeta adalah untuk dijadikan alasan/dalih bagi As-Sisi menuduh proMoursi yang melakukan, untuk kemudian pembantaian proMoursi dilakukan dan membubarkan demonstrasi proMoursi. #topsecret

8. Wahai para demonstran proMoursi, Presiden yang sah dan mulia, Jumat teruslah waspada dan jangan sampai lari dari gelangang. Yakinlah Moursi akan kembali, walaupun operasi kudeta makin frustasi. #topsecret

9. Sebarluaskan rencana operasi pembunuhan Presiden Moursi seluas mungkin, baik melalui mimbar-mimbar atau link-link agar As-Sisi tahu bahwa Allah akan membuka kebusukannya atas nyawa syuhada yang ia bantai. #topsecret

10. Kepada demonstran yang memenuhi seruan As-Sisi, waspadalah kalian akan kembali dengan kain kafan, menjadi jenazah demi ambisi syetan dan darah kalian hanya akan jadi tebusan keserakahan As-Sisi.

11. Saya yakin, akan ada perubahan saat rencana busuk ini terungkap ke publik. Namun kita wajib superwaspada, As-Sisi seorang pengkhianat sejati, mengkhianati sumpah setia dan doktrin militer.

12. Tengoklah penjara-penjara militer dipenuhi prajurit dan perwira-perwira terhormat yang menolak tegas kebijakan As-Sisi terhadap Presiden terpilih Moursi.

Mari terus berdoa, As-Sisi bernasib seperti Fir'aun.

10:41; 26/07/13

Senin, 22 Juli 2013

Ketika Dakwah Berlabel Negara

 Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah…negaraku adalah lahan subur, tempat tumbuh dan pesatnya gerakan dakwah Islam. Gelombang kebaikan itu muncul membersamai situasi kondusif Indonesia, tempat berkumpulnya Elit kebenaran dan Elit kebathilan. Saya kemudian berfikir, mungkin ini pula di antara keberkahan demokrasi yang semua orang rasakan, semua ingin tampil laksana ingin dikenal walaupun tanpa esensi yang menjadi landasan paradigma. Saya lihat ini peluang dan sekaligus jembatan dakwah menjelma dalam bentuk negara.
Ilustrasi. (inet)Dakwah harus mengalami metamorfosa tanpa harus meninggalkan orisinalitasnya, paradigma ini harus tertancap di nurani dan tekad setiap Du’at, Da’i harus punya obsesi kekuasaan, obsesi politik dan obsesi peradaban. Ketiga hal tersebut harus menjelma dalam suatu bentuk yang dinamakan NEGARA, dakwah seperti ini yang dahulu kita lihat dari napak tilas aktivitas politik dakwah Rasulullah dan para sahabat, Rasulullah mengirim surat-suratnya ke Persia, Romawi, Yaman, dll, serta spirit nabawi yang terlihat ketika Rasulullah dan para sahabat menggali parit sebagai pertahanan menghadapi musuh dalam perang Khandaq, Romawi akan ditaklukkan, sebaik-baik panglima dan tentara yang menaklukkannya. Dan terbukti Impian Nubuwwah itupun diejawantahkan oleh pemuda yang berumur 17 tahun yang bernama Muhammad Al-Fatih.
Pada hari ini, adalah Era kemandirian dakwah, (bukan berarti tanpa ada pertolongan dari Allah), Representasi dari dakwahnya Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, Era di mana dakwah menjelma dalam bentuk negara, Sesungguhnya (surat itu) dari Sulaiman yang isinya “dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Janganlah engkau berlaku sombong datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri. (An-Naml: 30-31), ini adalah tarbiyah Al Qur’an kepada kita bahwa, dakwah itu harus berorientasi kekuasaan, karena fungsi esensial negara dalam Islam adalah sebagai hirosatud din (menjaga Agama) dan siyasatud dunya (mengelola Bumi).
Kita pada hari ini harus merubah atau mentransformasikan mindset kita agar jangan berlama-lama berdakwah, pada fase Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Fir’aun, “Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Fir’aun karena dia benar-benar telah melampaui batas. Maka bicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut”. (Thaha: 43-44), hal demikian adalah gambaran dakwahnya orang tertindas karena kezhaliman nyata para penguasa. Kita hari ini bukan dalam kondisi tertindas, kita adalah orang yang merdeka berpendapat, demokrasi menjanjikan itu. Maka hal yang paling mungkin kita lakukan adalah membersamai Era demokrasi ini sebagai langkah awal dakwah menjelma sebagai sebuah negara.
Maka Negara adalah manifestasi dari doktrin agama atau ideologi yang berkembang, kita melihat tidak satu pun dari negara adi daya berideologi sosialis seperti Rusia dan Kapitalis seperti Amerika melainkan telah terjangkiti kanker yang mematikan dalam tubuh negara itu, maka tidak ada lagi alternatif yang paling mungkin untuk menggantikannya yaitu Al-Islam, tinggal bagaimana kita sebagai salah satu dari sekian batu bata kebangkitan itu untuk melakukan reformasi paradigma agar dakwah tampil lebih elegan dan diminati oleh semua golongan yang bukan hanya Muslim akan tetapi orang-orang non Muslin pun merasakan keberkahan di bawah panji pemerintah Islam.
Suatu hari kita akan melihat para pemimpin-pemimpin Islam akan menuliskan surat-surat dakwah kepada seluruh pemimpin Dunia sekalipun kepada negara adi daya, “dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, janganlah berlaku sombong, datanglah kepadaku dalam keadaan berserah diri (Muslim)”. Wallahu A’lam bish Shawab.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/04/03/30453/bila-dakwah-berlabel-negara-2/#ixzz2Zmv7wYHp 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook